Tentang PMII Rayon Hukum
Pejuang hukum berkarakter Bela Negara, berintegritas, dan berdampak.
Siapa Kami
PMII Rayon Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur merupakan wadah perjuangan, pengabdian, dan pengembangan diri bagi mahasiswa Fakultas Hukum. Kami bernaung di bawah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Sebagai bagian dari keluarga besar PMII, kami berkomitmen untuk: • Membentuk kader yang kritis, progresif, dan berintegritas. • Mengembangkan potensi intelektual, spiritual, dan sosial melalui kegiatan kaderisasi, pelatihan, dan advokasi. • Menjadi ruang silaturahmi dan solidaritas bagi mahasiswa hukum dalam menghadapi tantangan akademik maupun sosial. • Memberikan kontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, bangsa, dan agama. Kami percaya bahwa mahasiswa adalah agen perubahan, dan melalui PMII Rayon Hukum, setiap kader diajak untuk terus belajar, bergerak, dan berkhidmat dengan penuh semangat kebersamaan.
Spirit & Kiprah PMII FH UPN‑VJT
Visi, Misi, Tujuan & Filosofi
Mewujudkan PMII Rayon Hukum Bela Negara UPNVJT sebagai wadah kaderisasi yang progresif, inklusif, dan visioner dalam mengembangkan intelektualitas, meneguhkan integritas, serta mengedepankan moralitas sebagai landasan pergerakan.
-
Mengoptimalkan proses kaderisasi yang berorientasi pada penguatan intelektualitas kader melalui kajian hukum, sosial, dan keislaman yang kritis-konstruktif.
-
Meneguhkan integritas kader dengan menanamkan nilai kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab dalam setiap gerak organisasi.
-
Menginternalisasi nilai moralitas dalam setiap aktivitas organisasi sebagai dasar etika berorganisasi dan berperilaku sosial.
-
Menghadirkan ruang-ruang dialektika yang terbuka dan solutif untuk membentuk kader yang berkarakter ilmiah, religius, dan humanis.
-
Membangun sinergi dengan civitas akademika, organisasi mahasiswa, dan elemen masyarakat demi memperkuat peran PMII Rayon Hukum dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan kenegaraan.
Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya, serta memiliki komitmen yang kuat untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
-
1. Trisula = Senjata tradisional nusantara untuk menunjukkan bahwa PMII adalah pergerakan mahasiswa asli indonesia. Secara filosofis trisula tersebut melambangkan tri motto PMII yakni dzikir fikir amalsholeh yang merupakan pedoman batin, akal, dan tindakan yang bermanfaat bagi anggota dan kader PMII. Dan mendorong mereka untuk mengingat allah, berpikir dengan akal, dan melakukan perbuatan sesuai syariat islam.
-
2. Cakra = Dalam pewayang , cakra adalah senjata Kresna berupa panah beroda yang digunakan sebagai senjata " Pamungkas " (terakhir). Cakra digunakan untuk memberantas ketidak adilan. 8 Cakra (bulan 8 agustus, deklarasi rayon) melambangkan fungsi organisasi yang merdeka untuk menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Bentuk cakra yang sudah dilepas dari busurnya berarti sudah siap untuk menjalankan fungsinya memberantas ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.
-
3. Timbangan = Lambang timbangan hukum adalah keadilan yang tidak memihak dan seimbang. Timbangan melambangkan kewajiban hukum untuk menimbang bukti secara adil dan objektif, tidak dipengaruhi oleh faktor seperti kekuasaan atau status sosial, serta memastikan setiap keputusan didasarkan pada kebenaran dan aturan yang berlaku.
-
4. Lingkaran tengah = Lingkaran melambangkan kesempurnaan, keutuhan, keabadian, kesatuan, keseimbangan, dan konsentrasi. Berjumlah 17 butir (tgl 17 deklarasi rayon)
-
5. X I X = 19 merupakan tahun deklarasi rayon hukum (2019)
-
6. Logo PMII = Melambangkan rayon hukum merupakan bagian dari organisasi PMII
-
7. Giri Satya = "giri" bisa merujuk pada konsep tentang kewajiban sosial, sedangkan "satya" dalam bahasa Sanskerta berarti kesetiaan, kebenaran, atau jujur. Jadi, "giri satya" bisa diinterpretasikan sebagai kewajiban yang berdasarkan kesetiaan atau kebenaran, atau kesetiaan yang lahir dari kewajiban sosial. (Nama gedung di FH upn juga)
Perjalanan Kami
Pada tanggal 17 Agustus 2019, menjadi tonggak awal berdirinya PMII Rayon Hukum Bela Negara. Sejumlah sahabat yang turut menginisiasi dan mendirikan PMII Rayon Hukum ini antara lain Sahabat Afif, Sahabat Alwan, dan lainnya. Lahirnya PMII Rayon Hukum Bela Negara dilandasi oleh komitmen, cita-cita, serta semangat kolektif mahasiswa Fakultas Hukum untuk menciptakan wadah pengembangan intelektual dan tempat bertumbuhnya proses kaderisasi secara bersama.
Sejak saat pendiriannya hingga kini, PMII Rayon Hukum telah mengalami 6 (enam) kali pergantian kepemimpinan. Para Ketua Rayon dari masa ke masa adalah:
1. Sahabat Afif (2019–2020)
2. Sahabat Naufal (2020–2021)
3. Sahabat Fernanda (2021–2022)
4. Sahabat Hafidz (2022–2023)
5. Sahabat Farid (2023–2024)
6. Sahabat Rafly (2024–2025)
Melalui berbagai dinamika dan proses yang penuh tantangan, PMII Rayon Hukum tetap menunjukkan eksistensi dan perkembangan yang pesat. Hal ini tercermin dari semangat juang yang senantiasa menyala dalam setiap langkah kaderisasi, mengarah pada tujuan utama: pengembangan kualitas moralitas, intelektualitas, dan integritas setiap kader dan anggotanya.
Cuplikan Kegiatan
Siap daftar atau tanya jadwal MAPABA?
Kami akan bantu proses pendaftaran dan persyaratan.